Kamis, 20 September 2012

Pembangunan huntap di Jomboran terkendala kondisi tanah

MUNGKID - Proses pembangunan hunian tetap untuk para korban banjir lahar dingin terus berjalan meski terdapat banyak kendala dalam teknis pengerjaanya. Dari laporan yang ada, pengerjaan huntap di kawasan Jomboran, desa Ngawen, kecamatan Muntilan saat ini tersendat lantaran tanah yang dijadikan lokasi huntap berupa batu wadas kuring yang padat dan keras. "Kondisi tanah tersebut membuat warga calon penghuni dan relawan dari rekompak kewalahan," kata Kabid rehabilitasi dan rekosntruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Simbang Totok Wiharso ST Kamis (20/9). Untuk mengatasi kesulitan tersebut, dalam beberapa hari terakhir, pengerjaan huntap melibatkan para tukang profesional dalam bidang masing- masing. "Ada tukang yang sudah ahli di bidang besi, kayu, dan batu yang diperbantukan," imbuh Simbang. Dia menambahkan, lahan di Jomboran sendiri saat ini sudah mengalami penambahan dari semula 4.600 meter persegi yang hanya cukup untuk mendirikan 72 unit huntap, sekarang bertambah menjadi lebih dari 10.000 meter persegi. "Lahan saat ini diperkirakan bisa menampung sekitar 119 unit," katanya. Selain di Jomboran, lokasi huntara di Lapangan Larangan, Desa Jumoyo, kini juga dialihfungsikan untuk pembangunan huntap. Disamping itu, sebagian warga penerima huntap menyediakan lahan secara mandiri kelompok di sejumlah titik. Antara lain, di Seloboro, Kecamatan Salam, ada 13 unit huntap. Lahan itu tersebar di Kecamatan Muntilan seperti di Tanjung 13 unit, di Tamanagung lima unit, Gondosuli lima unit, serta Sukorini 50 unit. Perlu diketahui, pemerintah akan membangun 746 unit huntap bagi korban bencana Merapi yang sudah setahun lebih menghuni huntara di sejumlah titik. Seperti di Mancasan, Lapangan Jumoyo, Lapangan Larangan, Kecamatan Salam. Sebagian di Adikarto dan Tamanagung (Muntilan). Dana pembangunan huntap berasal dari APBN melalui BNPB. Rinciannya, untuk pembangunan rumah Rp 30 juta per keluarga, ditambah dana pengadaan tanah 100 meter persegi Rp 7 juta atau Rp 70.000/meter persegi. Alokasi bantuan dana pengadaan tanah sebesar itu sudah termasuk untuk biaya sertifikasi. "Sampai saat ini, sudah ada 427 bidang tanah yang disiapkan dijadikan tempat pembuatan huntap. Untuk yang belum mendapatkan tanah, kami akan terus diupayakan membantu agar mereka bisa segera memperolehnya," jelasnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar